Inilah 6 produsen smartphone Asia baru yang ingin menghancurkan Samsung dan Apple
China
1. Xiaomi
Di antara seluruh startup di Asia, Xiaomi mungkin yang paling terkenal, karena telah mengalahkan penjualan Apple di China. Xiaomi berencana menjual 60 juta smartphone tahun ini. Perekrutan mantan wakil presiden Google Android Hugo Barra tahun lalu juga mengejutkan dunia dan mengindikasikan bahwa perusahaan ini siap memasuki pasar baru. Apa rahasia Xiaomi? Smartphone-nya dijual hanya setengah harga dari smartphone andalan Samsung dan HTC, namun kekuatan dan kemampuan skin Androidnya (yang bernama MIUI) membuatnya seperti produk dengan kualitas terbaik. Xiaomi mempertahankan biaya pengeluarannya yang rendah dengan menjual 70 persen smartphone-nya secara online, sedangkan sisanya lewat mitra perusahaan telekomunikasi. Xiaomi tidak menggunakan bisnis retail yang dapat menguras uang. Perangkat perusahaan ini juga dijual di Hong Kong, Taiwan, Singapura, Malaysia, India, dan Indonesia. Di tanah air, Xiaomi baru menjual perangkat Xiaomi Redmi 1S. Pada penjualan perdananya, 5.000 unit Redmi 1S terjual hanya dalam waktu 7 menit!
Menurut foundernya, Xiaomi meniru langkah Amazon. Tapi variasi produknya yang minim membuat media membandingkannya dengan Apple. Seperti Apple, Xiaomi punya kotak untuk media streaming dan belakangan ini mengadaptasi software tersebut untuk smart TV milik Xiaomi sendiri yang bernama MiTV. Smartphone flagship: Xiaomi Mi 4 mempunyai layar HD berkualitas 1080p dengan ukuran 5 inci, prosesor Snapdragon 801 2,5GHz; kamera belakang berkualitas 13MP dan 8MP untuk kamera depan; Android 4.4; dijual seharga USD 325 atau sekitar Rp 3,89 juta (16GB) dan USD 405 atau sekitar Rp 4,8 juta (64GB).

2. Coolpad
ni adalah pesaing baru lainnya yang juga mengalahkan penjualan Apple di China. Menurut Gartner, Coolpad adalah merek smartphone dengan penjualan terbesar ketiga di China berkat variasi produknya yang banyak dan murah, dengan banyak sekali versi khusus dibuat untuk tiga perusahaan telekomunikasi China. Mereka tidak akan memenangkan penghargaan desain dan tidak akan mengejutkan Anda, tapi hanya 13 persen orang China yang mau membeli smartphone dengan harga di atas Rp 3,7 juta (dan secara psikologis harga yang tinggi mempengaruhi niat membeli) sehingga pasar menengah ke bawah sangat luas. Coolpad telah menjadi produsen perangkat resmi untuk beberapa perusahaan telekomunikasi di seluruh dunia (memproduksi barang seperti MetroPCS Quatrro 4G phone untuk T-Mobile di Amerika), dan sampai sekarang masih melanjutkan model bisnis tersebut. Tapi Coolpad ingin mendirikan mereknya sendiri ke luar negeri, dan menargetkan Asia Tenggara sebagai langkah awalnya. Smartphone flagship: Coolpad Halo mempunyai layar HD berkualitas 1080p dengan ukuran 7 inci, prosesor Socta-core MediaTek MT6592 1,7GHz; RAM 2GB; kamera belakang berkualitas 13MP dan 5MP untuk kamera depan; Android 4.2; dijual seharga USD 320 atau sekitar Rp 3,83 juta (model 8GB).

3. OPPO
OPPO adalah produsen handphone China lainnya yang ingin menjadi besar di luar negeri dan di negaranya sendiri. Tapi, meski telah menghabiskan banyak biaya untuk iklan dengan tokoh Hollywoodnya, OPPO masih berjuang mendapatkan ‘pengakuan’ di negara asalnya, China. Perusahaan ini ingin masuk ke pasar global dengan smartphone OPPO N1 (gambar atas) dan Find 7.
Indonesia, Thailand, Filipina, dan India – pasar mobile baru yang berkembang dengan pesat, adalah target pasar OPPO. Smartphone flagship: OPPO Find 7 mempunyai layar quad-HD beresolusi 2560x1440p dengan ukuran 5,5 inci, prosesor quad-core Snapdragon 2,5 GHz; kamera belakang 13MP (dengan trik software, kamera ini bisa menghasilkan gambar dengan kualitas 50MP) dan kamera depan 5MP; Android 4.4; dijual seharga USD 499 atau sekitar Rp 5,9 juta.
4. OnePlus
nePlus, produsen handphone revolusioner terbaru asal China, mulai memasuki ranah ini pada Mei 2014. Terinspirasi oleh Xiaomi, OnePlus hanya menjual secara online, dan memiliki hardware kuat dengan harga yang terjangkau. Tidak seperti Xiaomi, OnePlus dijual secara global sejak hari pertama. Tentu, OnePlus mendapatkan ketertarikan yang lebih baik di luar China daripada di negaranya sendiri, berkat penggunaan OS CyanogenMod, konfigurasi Android yang sangat mirip dengan Android pure. Perangkat ini juga akan mendapatkan update Android yang sangat tepat waktu – mungkin lebih cepat daripada merek lain di daftar ini. Smartphone flagship: OnePlus One mempunyai layar HD berkualitas 1080p dengan ukuran 5 inci, prosesor Snapdragon 801 2,5GHz; kamera belakang berkualitas 13MP dan 5MP untuk kamera depan; Android 4.4; dijual seharga USD 299 atau sekitar Rp 3,5 juta (model 16GB) dan USD 349 atau sekitar Rp 4,18 juta (model 64GB). Baca review OnePlus One kami.

Thailand
5.I-Mobile
I-Mobile asal Thailand perlahan bertransisi dari peniru feature phone perusahaan lain ke pembuat perangkat Androidnya sendiri. Handphone IQ terbarunya tahun ini dikemas dengan kamera berkualitas sangat bagus dan dijual dengan harga kurang dari Rp 3,3 juta, yang merupakan ide bagus bagi negara yang tergila-gila pada Instagram. Smartphone flagship: I-Mobile IQ X KEN mempunyai layar HD berkualitas 1080p dengan ukuran 5 inci; prosesor Snapdragon 800 2,2GHz; RAM 2GB; kamera belakang 13MP dan 1,3MP untuk kamera depan; Android 4.2; dijual seharga USD 528 atau sekitar Rp 6,32 juta.

Filipina
6.Cherry Mobile
Filipina memiliki pertumbuhan pasar smartphone yang lebih cepat dibanding negara-negara seperti Indonesia dan Vietnam. Ini menjadikannya negara yang layak untuk diperhatikan. Cherry Ponsel beberapa waktu yang lalu mengungkapkan memiliki 84 model handphone – ya, delapan puluh empat – yang akan diluncurkan secara bertahap selama pemasarannya. Perusahaan ini juga membuat tablet dan feature phone. Perangkat Cherry Mobile semua dibuat di China atau India. Merek ini juga dijual di Thailand. Smartphone flagship: Cherry Mobile Cosmos Z2 mempunyai layar HD berkualitas 1080p dengan ukuran 5 inci; prosesor MediaTek MT6592 1,7GHz; RAM 1GB; kamera belakang 18MP dan 8MP untuk kamera depan; Android 4.2; dijual seharga USD 300 atau sekitar Rp 3,59 juta (model 16GB).

1. Xiaomi
Di antara seluruh startup di Asia, Xiaomi mungkin yang paling terkenal, karena telah mengalahkan penjualan Apple di China. Xiaomi berencana menjual 60 juta smartphone tahun ini. Perekrutan mantan wakil presiden Google Android Hugo Barra tahun lalu juga mengejutkan dunia dan mengindikasikan bahwa perusahaan ini siap memasuki pasar baru. Apa rahasia Xiaomi? Smartphone-nya dijual hanya setengah harga dari smartphone andalan Samsung dan HTC, namun kekuatan dan kemampuan skin Androidnya (yang bernama MIUI) membuatnya seperti produk dengan kualitas terbaik. Xiaomi mempertahankan biaya pengeluarannya yang rendah dengan menjual 70 persen smartphone-nya secara online, sedangkan sisanya lewat mitra perusahaan telekomunikasi. Xiaomi tidak menggunakan bisnis retail yang dapat menguras uang. Perangkat perusahaan ini juga dijual di Hong Kong, Taiwan, Singapura, Malaysia, India, dan Indonesia. Di tanah air, Xiaomi baru menjual perangkat Xiaomi Redmi 1S. Pada penjualan perdananya, 5.000 unit Redmi 1S terjual hanya dalam waktu 7 menit!
Menurut foundernya, Xiaomi meniru langkah Amazon. Tapi variasi produknya yang minim membuat media membandingkannya dengan Apple. Seperti Apple, Xiaomi punya kotak untuk media streaming dan belakangan ini mengadaptasi software tersebut untuk smart TV milik Xiaomi sendiri yang bernama MiTV. Smartphone flagship: Xiaomi Mi 4 mempunyai layar HD berkualitas 1080p dengan ukuran 5 inci, prosesor Snapdragon 801 2,5GHz; kamera belakang berkualitas 13MP dan 8MP untuk kamera depan; Android 4.4; dijual seharga USD 325 atau sekitar Rp 3,89 juta (16GB) dan USD 405 atau sekitar Rp 4,8 juta (64GB).
ni adalah pesaing baru lainnya yang juga mengalahkan penjualan Apple di China. Menurut Gartner, Coolpad adalah merek smartphone dengan penjualan terbesar ketiga di China berkat variasi produknya yang banyak dan murah, dengan banyak sekali versi khusus dibuat untuk tiga perusahaan telekomunikasi China. Mereka tidak akan memenangkan penghargaan desain dan tidak akan mengejutkan Anda, tapi hanya 13 persen orang China yang mau membeli smartphone dengan harga di atas Rp 3,7 juta (dan secara psikologis harga yang tinggi mempengaruhi niat membeli) sehingga pasar menengah ke bawah sangat luas. Coolpad telah menjadi produsen perangkat resmi untuk beberapa perusahaan telekomunikasi di seluruh dunia (memproduksi barang seperti MetroPCS Quatrro 4G phone untuk T-Mobile di Amerika), dan sampai sekarang masih melanjutkan model bisnis tersebut. Tapi Coolpad ingin mendirikan mereknya sendiri ke luar negeri, dan menargetkan Asia Tenggara sebagai langkah awalnya. Smartphone flagship: Coolpad Halo mempunyai layar HD berkualitas 1080p dengan ukuran 7 inci, prosesor Socta-core MediaTek MT6592 1,7GHz; RAM 2GB; kamera belakang berkualitas 13MP dan 5MP untuk kamera depan; Android 4.2; dijual seharga USD 320 atau sekitar Rp 3,83 juta (model 8GB).
3. OPPO
OPPO adalah produsen handphone China lainnya yang ingin menjadi besar di luar negeri dan di negaranya sendiri. Tapi, meski telah menghabiskan banyak biaya untuk iklan dengan tokoh Hollywoodnya, OPPO masih berjuang mendapatkan ‘pengakuan’ di negara asalnya, China. Perusahaan ini ingin masuk ke pasar global dengan smartphone OPPO N1 (gambar atas) dan Find 7.
Indonesia, Thailand, Filipina, dan India – pasar mobile baru yang berkembang dengan pesat, adalah target pasar OPPO. Smartphone flagship: OPPO Find 7 mempunyai layar quad-HD beresolusi 2560x1440p dengan ukuran 5,5 inci, prosesor quad-core Snapdragon 2,5 GHz; kamera belakang 13MP (dengan trik software, kamera ini bisa menghasilkan gambar dengan kualitas 50MP) dan kamera depan 5MP; Android 4.4; dijual seharga USD 499 atau sekitar Rp 5,9 juta.
4. OnePlus
nePlus, produsen handphone revolusioner terbaru asal China, mulai memasuki ranah ini pada Mei 2014. Terinspirasi oleh Xiaomi, OnePlus hanya menjual secara online, dan memiliki hardware kuat dengan harga yang terjangkau. Tidak seperti Xiaomi, OnePlus dijual secara global sejak hari pertama. Tentu, OnePlus mendapatkan ketertarikan yang lebih baik di luar China daripada di negaranya sendiri, berkat penggunaan OS CyanogenMod, konfigurasi Android yang sangat mirip dengan Android pure. Perangkat ini juga akan mendapatkan update Android yang sangat tepat waktu – mungkin lebih cepat daripada merek lain di daftar ini. Smartphone flagship: OnePlus One mempunyai layar HD berkualitas 1080p dengan ukuran 5 inci, prosesor Snapdragon 801 2,5GHz; kamera belakang berkualitas 13MP dan 5MP untuk kamera depan; Android 4.4; dijual seharga USD 299 atau sekitar Rp 3,5 juta (model 16GB) dan USD 349 atau sekitar Rp 4,18 juta (model 64GB). Baca review OnePlus One kami.
Thailand
5.I-Mobile
I-Mobile asal Thailand perlahan bertransisi dari peniru feature phone perusahaan lain ke pembuat perangkat Androidnya sendiri. Handphone IQ terbarunya tahun ini dikemas dengan kamera berkualitas sangat bagus dan dijual dengan harga kurang dari Rp 3,3 juta, yang merupakan ide bagus bagi negara yang tergila-gila pada Instagram. Smartphone flagship: I-Mobile IQ X KEN mempunyai layar HD berkualitas 1080p dengan ukuran 5 inci; prosesor Snapdragon 800 2,2GHz; RAM 2GB; kamera belakang 13MP dan 1,3MP untuk kamera depan; Android 4.2; dijual seharga USD 528 atau sekitar Rp 6,32 juta.
Filipina
6.Cherry Mobile
Filipina memiliki pertumbuhan pasar smartphone yang lebih cepat dibanding negara-negara seperti Indonesia dan Vietnam. Ini menjadikannya negara yang layak untuk diperhatikan. Cherry Ponsel beberapa waktu yang lalu mengungkapkan memiliki 84 model handphone – ya, delapan puluh empat – yang akan diluncurkan secara bertahap selama pemasarannya. Perusahaan ini juga membuat tablet dan feature phone. Perangkat Cherry Mobile semua dibuat di China atau India. Merek ini juga dijual di Thailand. Smartphone flagship: Cherry Mobile Cosmos Z2 mempunyai layar HD berkualitas 1080p dengan ukuran 5 inci; prosesor MediaTek MT6592 1,7GHz; RAM 1GB; kamera belakang 18MP dan 8MP untuk kamera depan; Android 4.2; dijual seharga USD 300 atau sekitar Rp 3,59 juta (model 16GB).
Sumber : id.techinasia.com
Komentar
Posting Komentar